Langsung ke konten utama

Resign: Dipaksa atau Keikhlasan

by @komikkopi


Disclimer dulu, kerandoman ini tidak bermaksud untuk menjelek, merendahkan, atau menghina pihak manapun. Jadi jangan tersinggung, kalau tersungging boleh. Pengunguran diri dari sebuah perusahaan adalah biasa saja, normal, dan hal yang lumrah terjadi di dunia pekerjaan. Jika randomers pernah melakukannya, itu adalah proses hidup yang wajar untuk dijalani.


Walopun faktor utama dari pengunduran diri tidak selalu masalah kepuasan terhadap perusahaan, tapi hal tersebut jadi salah satu faktor yang hampir tidak pernah disebutkan dalam surat pengunduran diri secara terus terang. Selain ketidak puasan banyak juga kasus-kasus pembajakan karyawan oleh perusahaan lain dengan iming-iming gaji yang lebih tinggi.


Mari kita bahas tentntang ketidak puasan pada perusahaan. Tidak hanya serta-merta gaji yang dirasa kurang, beban pekerjaan yang terlalu berlebih, bahkan konflik kepada atasan atau karyawan juga jadi pemicu surat pengunduran diri yang segera tercetak. Banyak diantara para karyawan yang menandatangi kontrak dengan terpaksa karena tidak punya pilihan lain dengan gaji yang kurang sesuai harapan. Jadi, sebaiknya randomers benar-benar bisa menghitung kembali biaya pengeluaran juga menyisakan untuk tabungan. 


Beban pekerjaan yang banyak apa lagi jika lebih dari porsinya itu bisa jadi masalah besar yang memicu pengunduran diri. Katakanlah hal yang akan randomers kerjakan diluar dari tugas utama yang tidak ada pada kontrak kerja dan itu melebihi porsi.


Dan yang paling seru adalah konflik dengan atasan atau bahkan dengan sesama karyawan. Kemunculan kampret-kampret penjilat ini yang paling menyebalkan. Kampret-kampret tersebut selalu cari muka pada hadapan atasan demi mendapatkan kenaikan jabatan yang diikuti kenaikan gaji dan mempunyai kewenangan lebih dibandingkan karyawan lainnya.


Begitulah kira-kira seluk beluk kehidupan pekerjaan. Nah! Dari pengalaman yang pernah saya dapatkan, ketika menjadi atasan seperti sekarang di Kedai Wak Bing, saya berusaha menempatakan diri sebagai teman bagi teman-teman yang ikut membantu operasional berjalannya Kedai Wak Bing. Juga menekankan bahwa segala uneg-uneg yang dirasa kurang bagi karyawan disampaikan langsung dan seterbuka mungkin untuk menghindari konflik.


Dari pengalaman pengunduran diri saya di perusahaan yang pernah saya masuki. Hal tersebut menjadi pelajaran yang sangat baik untuk perjalanan usaha yang saya jalankan sekarang.


Jadi, randomers lebih milih jadi karyawan atau bos?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimbal Tak Sederhana Dan Lama

Ceritanya pada tahun 2009. Setelah 2 tahun tinggal dan kuliah di Jogja beserta penghuni kampus FISIP Atma Jaya Yogyakarta tercinta akhirnya mulai punya banyak teman. Kampus FISIP tergolong kampus dengan mahasiswa terrandom dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya. Disana banyak ditemui mahasiswa yang cukup unik, aneh, bin ajaib. Saya salah satunya yang terkontaminasi kerandoman ini. Awal menginjakan kaki di kampus, saya terheran-heran dengan situasi pada masa itu (2007). Mulai dari kuliah dengan seadanya, kaos, sandal jepit, celana jeans yang sudah sobek-sobek bagian lutut, rambut gondorng, keribo, sampai gimbal bisa saya temu sejauh mata memandang. Rupa-rupa lah warnannya. Singkat cerita saya memutuskan untuk menggimbal rambut saya yang sudah 2 tahun tidak saya potong sejak lulus SMA. Rambut yang banyak diberikan pujian oleh para mahasiswi yang konon katanya mereka iri dengan rambut yang hanya menggunakan sampo untuk perawatannya ini, tidak akan lagi membuat para w...

Ada Kamar Kosong

Sebelumnya saya ucapkan maaf sekali, yang pertama lama sekali gak menulis blog yang super random, yang kedua sekalinya posting konten ini adalah konten jualan. Maaf yes! Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis,  MIMPI JADI BAPAK KOS . Nah! Kali ini mungkin udah resmi jadi bapak kos beneran. Setelah menunggu sekian lamanya, akhirnya kos ini sudah siap dihuni. Kos yang berdiri di daerah Maguwoharjo ini berada di tengah perumahan   Griya Grogol Asri   Blok B8, Grogol, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kos yang diberi nama RA Kost ini diambil dari inisial nama depan dan tengah adik saya yang kebetulan sama. Nyebelinnya ternyata nama RA Kost sendiri sudah banyak di pakai oleh kos-kos lain yang tentu saja berada di luar Jogja. Yah nanti coba kami cari nama yang lebih oke. Konsep RA Kost memiliki fasilitas kamar mandi dalam dengan kloset duduk, token listrik dimasing-masing kamar, AC, kasur spring bed, meja, kursi, dan lemari. WIFI-nya mana? Nah! Semua warga peru...

Warung Makan Kaki Lima

Pasti randomers gak asing dengan tempat makan kaki lima, setiap daerah pasti ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Konon kabarnya, kemunculan warung tenda di pinggir jalan makain merebak setelah era krisis moneter yang dialami Indonesia tahun 1998. DI Yogyakarta punya segudang kuliner yang berjualan di pinggir jalan dan bahkan bisa dikatakan ramai pengunjung. Selain itu sudah ada juga yang di berikan label “Kuliner Lagend”. Salah satu sudut kota jogja yang diramaikan dengan warung tenda kaki lima berada di Jalan Kaliurang, sekitar UGM.  Kalau boleh dikatakan, hampir di sekitar kampus sangat banyak warung tenda kaki lima yang jadi favorit para mahasiswa yang tinggal di daerah seputar kampusnya. Mulai dari pecel, mie ayam, penyetan, dan masih banyak lagi. Termasuk kuliner kekinian, mulai dari yang serba pedas, berkeju, goreng-goreng, sampai bakar-bakaran pun ada.  Saat ini banyak juga para mahasiswa yang juga belajar untuk memulai bisnisnya sendiri dimulai dari pedagan...