Langsung ke konten utama

Memelihara Anjing = Berkomitment



Seingat saya, waktu balita, keluarga saya memiliki peliharaan berupa anjing. Tidak tanggung-tanggung kami punya 3 ekor anjing dengan jenis dan ukuran yang berbeda-beda. Uniknya ketiga anjing ini punya nama yang sama, yaitu Lesi. Kalau tak salah di tahun awal 90an itu ada series TV yang bertemakan anjing berjudul Lesi juga. Yah tapi itulah sekelibat ingatan saya sampai sekarang.


Saya heran, sampai saat ini saya masih ingat sekali karakter anjing-anjing yang ada dalam keluarga saya. Lesi yang berwarna putih, detailnya berbulu putih dan semi gimbal-gimbal, mirip seperti kain pel dan matanya tertutup; Lesi yang kecil, ini anjing yang paling aktif diantara lainnya, suka lancat-loncat dan sangat periang; Lesi “sapi” warnannya hitam kombinasi putih berbentuk seperti mini german sharped tanpa bulu yang tebal dan sangat pendiam, dia lebih sering menghabiskan waktu di bawah kursi untuk bermalas-malasan.


Sekarang, memiliki hewan peliharaan adalah salah satu yang ingin sekali saya realisasikan nantinya. Kenapa nantinya? Karena saat ini saya belum bisa membiayai operasional anjing tersebut. Prinsipnya, ketika saya masih memikirkan biaya saya belum siap untuk mulai memelihara anjing. 


Belakangan ini saya sering melihat beberapa artikel atau video di youtube tentang dunia anjing-anjingan. Fokus utama dari tulisan random ini adalah Komitment. Ternyata punya hewan peliharaan terutama anjing itu benar-benar harus punya komitment yang sangat tinggi. Karena bukan perkara randomers punya uang untuk membiayai makan, vaksin, dll, randomers juga harus punya waktu untuk menemani anjing tersebut.


Waktu yang randomers berikan nantinya bisa untuk melatih, mengajak bermain, dll. Yang jelas, randomers sebagai owner si anjing adalah sahabat bagi anjing tersebut.  Selain waktu randomers juga harus memberikan ruang yang cukup kepada anjing agar bisa tumbuh dengan baik. Jangan memilih anjing besar dengan ruangan yang sempit. Setidaknya ruangan tersebut cukup untuk anjing bereksplorasi. Jangan dikandang yang kecil ya, ini berpengaruh pada perkembangan mental anjing tersebut.


Siapa kira-kira nama anjingmu randomers? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimbal Tak Sederhana Dan Lama

Ceritanya pada tahun 2009. Setelah 2 tahun tinggal dan kuliah di Jogja beserta penghuni kampus FISIP Atma Jaya Yogyakarta tercinta akhirnya mulai punya banyak teman. Kampus FISIP tergolong kampus dengan mahasiswa terrandom dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya. Disana banyak ditemui mahasiswa yang cukup unik, aneh, bin ajaib. Saya salah satunya yang terkontaminasi kerandoman ini. Awal menginjakan kaki di kampus, saya terheran-heran dengan situasi pada masa itu (2007). Mulai dari kuliah dengan seadanya, kaos, sandal jepit, celana jeans yang sudah sobek-sobek bagian lutut, rambut gondorng, keribo, sampai gimbal bisa saya temu sejauh mata memandang. Rupa-rupa lah warnannya. Singkat cerita saya memutuskan untuk menggimbal rambut saya yang sudah 2 tahun tidak saya potong sejak lulus SMA. Rambut yang banyak diberikan pujian oleh para mahasiswi yang konon katanya mereka iri dengan rambut yang hanya menggunakan sampo untuk perawatannya ini, tidak akan lagi membuat para w...

Ada Kamar Kosong

Sebelumnya saya ucapkan maaf sekali, yang pertama lama sekali gak menulis blog yang super random, yang kedua sekalinya posting konten ini adalah konten jualan. Maaf yes! Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis,  MIMPI JADI BAPAK KOS . Nah! Kali ini mungkin udah resmi jadi bapak kos beneran. Setelah menunggu sekian lamanya, akhirnya kos ini sudah siap dihuni. Kos yang berdiri di daerah Maguwoharjo ini berada di tengah perumahan   Griya Grogol Asri   Blok B8, Grogol, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kos yang diberi nama RA Kost ini diambil dari inisial nama depan dan tengah adik saya yang kebetulan sama. Nyebelinnya ternyata nama RA Kost sendiri sudah banyak di pakai oleh kos-kos lain yang tentu saja berada di luar Jogja. Yah nanti coba kami cari nama yang lebih oke. Konsep RA Kost memiliki fasilitas kamar mandi dalam dengan kloset duduk, token listrik dimasing-masing kamar, AC, kasur spring bed, meja, kursi, dan lemari. WIFI-nya mana? Nah! Semua warga peru...

Warung Makan Kaki Lima

Pasti randomers gak asing dengan tempat makan kaki lima, setiap daerah pasti ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Konon kabarnya, kemunculan warung tenda di pinggir jalan makain merebak setelah era krisis moneter yang dialami Indonesia tahun 1998. DI Yogyakarta punya segudang kuliner yang berjualan di pinggir jalan dan bahkan bisa dikatakan ramai pengunjung. Selain itu sudah ada juga yang di berikan label “Kuliner Lagend”. Salah satu sudut kota jogja yang diramaikan dengan warung tenda kaki lima berada di Jalan Kaliurang, sekitar UGM.  Kalau boleh dikatakan, hampir di sekitar kampus sangat banyak warung tenda kaki lima yang jadi favorit para mahasiswa yang tinggal di daerah seputar kampusnya. Mulai dari pecel, mie ayam, penyetan, dan masih banyak lagi. Termasuk kuliner kekinian, mulai dari yang serba pedas, berkeju, goreng-goreng, sampai bakar-bakaran pun ada.  Saat ini banyak juga para mahasiswa yang juga belajar untuk memulai bisnisnya sendiri dimulai dari pedagan...