Langsung ke konten utama

Patah Hati Nulis Puisi



Kalo diinget lagi rasanya kok random banget yak kelakuan zaman kuliah ditolak cewek terus berusaha ngebuktiin kalo ini ni buat lo WOY!
Eh! sorry sorry tiba-tiba emosi sepersekian detik.

Beneran ni kejadiannya, nunggunya lama, ngajak jalan susah, wah pokonya begitu lah paitnya. Bahkan kata Diki (salah satu teman di kampus), “Cewek yang loe kejar itu gak nyata.”
Bodo amat lah udah lewat! setidaknya ada pembelajaran dimasa itu yang membentuk karakter sekarang ini. Sekian!

Galau itu sadar gak sadar, kadang bikin kita kreatif lho randomes. Saya galau nulis puisi. Sekarang galau gara-gara Covid-19 jadi nulis blog. Besok, galau apa lagi siapa tau jadi Youtubers (siapa tau kan), terkenal, banyak uang, hidup sederhana, cicilan helikopter lunas.

Kumpulan puisi itu masih ada lho di Facebook coba cek aja. Nulis iseng, ketemu orang yang juga seneng nulis dan direkomendasikan salah satu penulis puisi Indonesia, Joko Pinurbo namanya.
“Gaya tulisanmu mirip dia dit.”
Padahal saya gak pernah baca bukunya tapi ngalir gitu aja. Dipinjamilah buku kumpulan puisi yang walhasil buku hasil pinjaman itu hilang entah kemanan (Maaf ya bu dosen Gaby). 

Saking niatnya, puisi itu di publish di tiap papan pengumuman kelas di FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kalo gak salah seminggu 3 kali setiap jam 7 pagi (sumpah masa itu niat banget). Keniatannya lagi sampai beli kertas coklat (lupa namanya apa) ukuran besar dan potong sendiri dan ngeprintnya pun masih bayar sendiri (kurang aman apa coba modal sendiri kecuali mesin print & foto copy). 

Dari cerita puisi-puisi yang terpapar itu lumayan banyak juga yang kasih apresiasi, kalo gak salah ada 3 orang, termasuk saya. Cewek inceran gak ada dari 3 orang itu.

Apa kabar Dinding Sastra FISIP UAJY?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimbal Tak Sederhana Dan Lama

Ceritanya pada tahun 2009. Setelah 2 tahun tinggal dan kuliah di Jogja beserta penghuni kampus FISIP Atma Jaya Yogyakarta tercinta akhirnya mulai punya banyak teman. Kampus FISIP tergolong kampus dengan mahasiswa terrandom dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya. Disana banyak ditemui mahasiswa yang cukup unik, aneh, bin ajaib. Saya salah satunya yang terkontaminasi kerandoman ini. Awal menginjakan kaki di kampus, saya terheran-heran dengan situasi pada masa itu (2007). Mulai dari kuliah dengan seadanya, kaos, sandal jepit, celana jeans yang sudah sobek-sobek bagian lutut, rambut gondorng, keribo, sampai gimbal bisa saya temu sejauh mata memandang. Rupa-rupa lah warnannya. Singkat cerita saya memutuskan untuk menggimbal rambut saya yang sudah 2 tahun tidak saya potong sejak lulus SMA. Rambut yang banyak diberikan pujian oleh para mahasiswi yang konon katanya mereka iri dengan rambut yang hanya menggunakan sampo untuk perawatannya ini, tidak akan lagi membuat para w...

Ada Kamar Kosong

Sebelumnya saya ucapkan maaf sekali, yang pertama lama sekali gak menulis blog yang super random, yang kedua sekalinya posting konten ini adalah konten jualan. Maaf yes! Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis,  MIMPI JADI BAPAK KOS . Nah! Kali ini mungkin udah resmi jadi bapak kos beneran. Setelah menunggu sekian lamanya, akhirnya kos ini sudah siap dihuni. Kos yang berdiri di daerah Maguwoharjo ini berada di tengah perumahan   Griya Grogol Asri   Blok B8, Grogol, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kos yang diberi nama RA Kost ini diambil dari inisial nama depan dan tengah adik saya yang kebetulan sama. Nyebelinnya ternyata nama RA Kost sendiri sudah banyak di pakai oleh kos-kos lain yang tentu saja berada di luar Jogja. Yah nanti coba kami cari nama yang lebih oke. Konsep RA Kost memiliki fasilitas kamar mandi dalam dengan kloset duduk, token listrik dimasing-masing kamar, AC, kasur spring bed, meja, kursi, dan lemari. WIFI-nya mana? Nah! Semua warga peru...

Warung Makan Kaki Lima

Pasti randomers gak asing dengan tempat makan kaki lima, setiap daerah pasti ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Konon kabarnya, kemunculan warung tenda di pinggir jalan makain merebak setelah era krisis moneter yang dialami Indonesia tahun 1998. DI Yogyakarta punya segudang kuliner yang berjualan di pinggir jalan dan bahkan bisa dikatakan ramai pengunjung. Selain itu sudah ada juga yang di berikan label “Kuliner Lagend”. Salah satu sudut kota jogja yang diramaikan dengan warung tenda kaki lima berada di Jalan Kaliurang, sekitar UGM.  Kalau boleh dikatakan, hampir di sekitar kampus sangat banyak warung tenda kaki lima yang jadi favorit para mahasiswa yang tinggal di daerah seputar kampusnya. Mulai dari pecel, mie ayam, penyetan, dan masih banyak lagi. Termasuk kuliner kekinian, mulai dari yang serba pedas, berkeju, goreng-goreng, sampai bakar-bakaran pun ada.  Saat ini banyak juga para mahasiswa yang juga belajar untuk memulai bisnisnya sendiri dimulai dari pedagan...