Langsung ke konten utama

I’m Ready To Be The Next Master Chef



Udah berapa menu masakan selama masa-masa  di rumah aja? Sadar gak sadar, yang tadinya beli makan di luar jadi lebih rajin masak sendiri di rumah. Disamping lebih hemat juga, hal ini bisa mengasah kreatifitas kita juga lho randomers.


Selain kreatifitas, fisikmu juga akan diuji lho! Coba lah buktiin sendiri kamu masak sehari sekali aja. Rasa capeknya tu bener-bener real pake banget. Catatan khususnya, jangan cuma masakn indomie sama telur doank. Mulai dari siapin bahan, masak, dan jangan lupa dan yang paling males dikerjain adalah nyuci semua peralatan masak dan makan setelah sebat dulu.


Masaklah yang menyesuaikan kebutuhan badanmu, paling gak ada sayur, protein, dan karbohidrat. Ingat! Indomie dan nasi gak termasuk ya. Tapi kalo kepepet banget ya gak apa2 lah. Saran saya, belilah bahan di pasar tradisional untuk sayur, lauk, dan bumbu dapur selain mendukung usaha mikro, randomers juga akan dapat harga yang lebih murah apa lagi konon katanya tawan-menawar masih sah-sah saja di pasar tradisional.


Percayalah kamu pasti bisa masak. minimal masak air, kalo gak bisa masak air coba cek tutorial masak air dari Raditya Dika di sini. Paling gampang itu masakan western, bumbunya sesimpel garam & merica sudah cukup. Kalo saya bawang putih itu wajib ada. Karena menurut saya masakan tanpa bawang putih itu bagai lautan yang hambar. Asek!


Jadi, Chef Renatta Moeloek masih jadi juri juga kan, RCTI?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimbal Tak Sederhana Dan Lama

Ceritanya pada tahun 2009. Setelah 2 tahun tinggal dan kuliah di Jogja beserta penghuni kampus FISIP Atma Jaya Yogyakarta tercinta akhirnya mulai punya banyak teman. Kampus FISIP tergolong kampus dengan mahasiswa terrandom dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya. Disana banyak ditemui mahasiswa yang cukup unik, aneh, bin ajaib. Saya salah satunya yang terkontaminasi kerandoman ini. Awal menginjakan kaki di kampus, saya terheran-heran dengan situasi pada masa itu (2007). Mulai dari kuliah dengan seadanya, kaos, sandal jepit, celana jeans yang sudah sobek-sobek bagian lutut, rambut gondorng, keribo, sampai gimbal bisa saya temu sejauh mata memandang. Rupa-rupa lah warnannya. Singkat cerita saya memutuskan untuk menggimbal rambut saya yang sudah 2 tahun tidak saya potong sejak lulus SMA. Rambut yang banyak diberikan pujian oleh para mahasiswi yang konon katanya mereka iri dengan rambut yang hanya menggunakan sampo untuk perawatannya ini, tidak akan lagi membuat para w...

Ada Kamar Kosong

Sebelumnya saya ucapkan maaf sekali, yang pertama lama sekali gak menulis blog yang super random, yang kedua sekalinya posting konten ini adalah konten jualan. Maaf yes! Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis,  MIMPI JADI BAPAK KOS . Nah! Kali ini mungkin udah resmi jadi bapak kos beneran. Setelah menunggu sekian lamanya, akhirnya kos ini sudah siap dihuni. Kos yang berdiri di daerah Maguwoharjo ini berada di tengah perumahan   Griya Grogol Asri   Blok B8, Grogol, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kos yang diberi nama RA Kost ini diambil dari inisial nama depan dan tengah adik saya yang kebetulan sama. Nyebelinnya ternyata nama RA Kost sendiri sudah banyak di pakai oleh kos-kos lain yang tentu saja berada di luar Jogja. Yah nanti coba kami cari nama yang lebih oke. Konsep RA Kost memiliki fasilitas kamar mandi dalam dengan kloset duduk, token listrik dimasing-masing kamar, AC, kasur spring bed, meja, kursi, dan lemari. WIFI-nya mana? Nah! Semua warga peru...

Warung Makan Kaki Lima

Pasti randomers gak asing dengan tempat makan kaki lima, setiap daerah pasti ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Konon kabarnya, kemunculan warung tenda di pinggir jalan makain merebak setelah era krisis moneter yang dialami Indonesia tahun 1998. DI Yogyakarta punya segudang kuliner yang berjualan di pinggir jalan dan bahkan bisa dikatakan ramai pengunjung. Selain itu sudah ada juga yang di berikan label “Kuliner Lagend”. Salah satu sudut kota jogja yang diramaikan dengan warung tenda kaki lima berada di Jalan Kaliurang, sekitar UGM.  Kalau boleh dikatakan, hampir di sekitar kampus sangat banyak warung tenda kaki lima yang jadi favorit para mahasiswa yang tinggal di daerah seputar kampusnya. Mulai dari pecel, mie ayam, penyetan, dan masih banyak lagi. Termasuk kuliner kekinian, mulai dari yang serba pedas, berkeju, goreng-goreng, sampai bakar-bakaran pun ada.  Saat ini banyak juga para mahasiswa yang juga belajar untuk memulai bisnisnya sendiri dimulai dari pedagan...