Langsung ke konten utama

Apa Kabar TV di Rumah?



Mana yang paling banyak randomers lihat? layar smart phone atau tablet dengan Netflix-nya, Laptop atau PC dengan youtube dan streaming bajakannya, atau TV dengan banyak siaran yang di-claim mendidik sampai sama sekali tidak mendidik? 

Penghujung April lalu sempat terjadi obrolan bersama Jimmy (teman masa kuliah) yang diawali dari berhentinya acara Tonight Show di NET TV selama Bulan Puasa, tapi konon kabarnya walopun masih hanya sekedar kabar angin bahwa acara tersebut memang di hentikan permanen, coba simak obrolan antara Deddy Mahendra (Desta) bersama salah satu penanggung jawab program Tonight Show di podcast DESTAnya Siapa?

Eniwe, obrolan tersebut menggambarkan tentang bisnis televisi yang cukup samar-samar terdengar. Yang paling mengejutkan, acara tersebut ternyata memiliki rating paling rendah dibandingkan program lainnya. Tapi! ternyata penontonnya yang biasa disapa Tonight Lovers sangat militan sekali (sorry sebelumnya saya gak punya data orang-orang militan).

Jujur ya, walopun dulu saya belajar tentang advertising, tetep aja kalo nonton TV dan ada jeda iklan pasti saluran akan ganti sementara sekitar kurang dari 5 menit. Iklan di Youtube sekarang juga makin sering walopun paling sedikit berdurasi 5 detik. Tapi tetep aja bos! Lagi nonton nostalgia full game NBA di Youtube, LeBrown James buzzer biter tiba-tiba iklan kan anj*ng juga.

Jual TV apa gak ya?

Komentar

  1. Bisa diprediksi sih kenapa rating tv rendah padahal fansnya banyak, termasuk saya. Karena kebanyakan ga nonton langsung di tv, tapi rekamannya di Youtube. Demografi penontonnya ya seumuran kita yg udah jarang banget nyetel tipi.

    Saya ga pernah dapet iklan yutub soalnya pasang adblock di browsernya hehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimbal Tak Sederhana Dan Lama

Ceritanya pada tahun 2009. Setelah 2 tahun tinggal dan kuliah di Jogja beserta penghuni kampus FISIP Atma Jaya Yogyakarta tercinta akhirnya mulai punya banyak teman. Kampus FISIP tergolong kampus dengan mahasiswa terrandom dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya. Disana banyak ditemui mahasiswa yang cukup unik, aneh, bin ajaib. Saya salah satunya yang terkontaminasi kerandoman ini. Awal menginjakan kaki di kampus, saya terheran-heran dengan situasi pada masa itu (2007). Mulai dari kuliah dengan seadanya, kaos, sandal jepit, celana jeans yang sudah sobek-sobek bagian lutut, rambut gondorng, keribo, sampai gimbal bisa saya temu sejauh mata memandang. Rupa-rupa lah warnannya. Singkat cerita saya memutuskan untuk menggimbal rambut saya yang sudah 2 tahun tidak saya potong sejak lulus SMA. Rambut yang banyak diberikan pujian oleh para mahasiswi yang konon katanya mereka iri dengan rambut yang hanya menggunakan sampo untuk perawatannya ini, tidak akan lagi membuat para w...

Ada Kamar Kosong

Sebelumnya saya ucapkan maaf sekali, yang pertama lama sekali gak menulis blog yang super random, yang kedua sekalinya posting konten ini adalah konten jualan. Maaf yes! Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis,  MIMPI JADI BAPAK KOS . Nah! Kali ini mungkin udah resmi jadi bapak kos beneran. Setelah menunggu sekian lamanya, akhirnya kos ini sudah siap dihuni. Kos yang berdiri di daerah Maguwoharjo ini berada di tengah perumahan   Griya Grogol Asri   Blok B8, Grogol, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kos yang diberi nama RA Kost ini diambil dari inisial nama depan dan tengah adik saya yang kebetulan sama. Nyebelinnya ternyata nama RA Kost sendiri sudah banyak di pakai oleh kos-kos lain yang tentu saja berada di luar Jogja. Yah nanti coba kami cari nama yang lebih oke. Konsep RA Kost memiliki fasilitas kamar mandi dalam dengan kloset duduk, token listrik dimasing-masing kamar, AC, kasur spring bed, meja, kursi, dan lemari. WIFI-nya mana? Nah! Semua warga peru...

Warung Makan Kaki Lima

Pasti randomers gak asing dengan tempat makan kaki lima, setiap daerah pasti ada pedagang kaki lima yang menjajakan makanan. Konon kabarnya, kemunculan warung tenda di pinggir jalan makain merebak setelah era krisis moneter yang dialami Indonesia tahun 1998. DI Yogyakarta punya segudang kuliner yang berjualan di pinggir jalan dan bahkan bisa dikatakan ramai pengunjung. Selain itu sudah ada juga yang di berikan label “Kuliner Lagend”. Salah satu sudut kota jogja yang diramaikan dengan warung tenda kaki lima berada di Jalan Kaliurang, sekitar UGM.  Kalau boleh dikatakan, hampir di sekitar kampus sangat banyak warung tenda kaki lima yang jadi favorit para mahasiswa yang tinggal di daerah seputar kampusnya. Mulai dari pecel, mie ayam, penyetan, dan masih banyak lagi. Termasuk kuliner kekinian, mulai dari yang serba pedas, berkeju, goreng-goreng, sampai bakar-bakaran pun ada.  Saat ini banyak juga para mahasiswa yang juga belajar untuk memulai bisnisnya sendiri dimulai dari pedagan...